Rabu, 26 Maret 2014

Pengantar

Semua orang setuju bahwa: Seks itu indah, tidak memandang suku bangsa dan ras, pasti mereka semua akan  berpendapat yang sama

Keindahan seks bisa dirasakan oleh sebab pelakunya mencapai KEPUASAN yang sangat berkesan yaitu  ketika mereka mencapai PUNCAK KENIKMATAN (ORGASME), perasaan ini begitu terasa nikmat menghujam sampai ke sanubari yang paling dalam , terlebih kalau dilakukan bersama pasangan yang saling mencintai

Namun seks tidak selamanya indah karena buntut dari perilaku yang tidak sehat, sehingga setelahnya akan menjadi penderitaan tersendiri bahkan menjadi BENCANA akibat tertular oleh PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) yang salah-satunya adalah menjadi momok tak terobati: HIV/AIDS

Seks yang indah adalah seks yang nikmat namun sehat...di luar itu adalah seks yang penuh resiko , cenderung membawa duka-nestapa, merusak kualitas hidup manusia dan yang pasti membahayakan hidup orang yang terlibat masalah kesehatan seksual itu

Yang menjadi kesimpulan dasar dari semuanya adalah: Nikmatilah seks yang indah yaitu seks yang sehat tanpa perlu menanggung resiko yang membahayakan kesehatan dan hidup Anda

Akhir kata: Kita akan melihat kesempatan dari blog ini [ "Seks Sehat Yang Sebenarnya" ] untuk mengenali sekaligus mengetahui cara menjalani kehidupan seksual yang sehat demi kebahagiaan bersama pasangan yang kita cintai, diharapkan dari pembaca semua jangan sampai tertinggal dari artikel dan informasi berharga yang oleh Admin akan di-update secara berkala, sungguh blog ini akan terasa sangat bermanfaat lagi sangat membantu kita menggali pengetahuan terkait kegiatan seks yang sehat dan berkualitas

Yang menjadi catatan khusus: Bagi remaja lelaki dan remaja putri yang memasuki usia Pubertas ,sangat dianjurkan untuk menggali info sebanyak-banyaknya dari blog ini, sehingga terhindar dari kesesatan yang merusak terkait aktivitas seksual yang tidak benar/ tidak sehat

Selamat membaca dan selamat berperilaku sehat, terima kasih

Salam,
Admin

Selasa, 25 Maret 2014

Pubertas

Pubertas adalah kondisi di mana tubuh manusia semakin bertumbuh menuju ke kedewasaan, kondisi ini secara umum terlihat pada usia remaja antara 10-17 tahun, tergantung pada ras/suku/bangsa tertentu, karena masing-masing ras/suku/bangsa tidak sama waktu periode pubertas yang dimaksud terkait dengan budaya,genetik,dan faktor asupan nutrisi

Pubertas secara umum terbagi menjadi dua :
Pubertas tubuh jasmani : Ditandai dengan perubahan tubuh yang semakin terlihat macho (Lelaki) , atau  terlihat semakain feminin ( Perempuan)

Pubertas jiwani: Ditandai dengan perubahan cara berpikir terhadap lawan jenis termasuk cara pandang terhadap merawat tubuh sendiri

Periode pubertas ini secara keseluruhan akibat dari pengaruh hormon yang beredar di dalam darah, hormon yang mulai diproduksi oleh tubuh lelaki atau perempuan

Hormon "Testosteron" atau yang disebut dengan "Hormon lelaki" diproduksi secara meningkat pada tubuh remaja lelaki yang membawa kepada perubahan bentuk tubuhnya, sehingga terlihat lebih berotot, tumbuhnya kumis ,janggut dan cambang, tumbuhnya bulu-bulu tangan-kaki dan bulu ketiak serta bulu di sekitar kemaluan, saat berbicara maka terdengar suaranya yang berubah menjadi berat,besar dan "nge-bas"

Sedangkan pada tubuh perempuan diproduksi "Hormon wanita" : progesteron dan esterogen yang sangat berpengaruh besar terhadap bentuk tubuh perempuan ...sehingga terlihat lebih montok dari sebelum pubertas (Payudara yang membesar, otot pantat yang membulat,dan lekuk pinggul yang khas perempuan serta kulit tubuh yang terasa halus dan lembut saat disentuh ). Yang perlu diketahui bahwa tubuh perempuan juga memproduksi "Hormon lelaki" testosteron hanya saja jumlahnya jauh lebih kecil dibanding yang diproduksi oleh tubuh lelaki, sehingga tidak berefek menumbuhkan kumis pada perempuan.

Hormon lelaki testosteron inilah yang menyebabkan lelaki dan perempuan mempunyai hasrat birahi terhadap lawan jenisnya