Pada pernikahan yang NORMAL dan SEHAT , seyogyanya melibatkan unsur "cinta" dan "nafsu" sebagai kelengkapan hidup berumah-tangga.
Keberhasilan pernikahan sungguh bergantung pada kualitas kedua unsur tersebut. Pada kondisi ideal akan terjadi keseimbangan antara "cinta" dan "nafsu" sehingga semua berjalan seperti apa yang diidam-idamkan yaitu hadirnya kasih-sayang dan kemesraan di samping nafsu yang berperang sebagai pelengkap kenikmatan.
Suatu perkawinan yang menghadirkan kasih-sayang tanpa nafsu akan terasa menjadi kurang lengkap kendati itu lebih baik ketimbang menghadirkan nafsu tanpa kasih-sayang.
Hal yang perlu dihindari memanglah: Nafsu yang tanpa perasaan cinta dan kasih-sayang, perkawinan yang terjadi yang hanya dilandasi oleh nafsu semata-mata sungguh riskan akan terjadi perceraian , karena sifat dari nafsu adalah EGOISME yang tinggi ...sedangkan cinta dan kasih-sayang adalah kesediaan untuk berkorban demi kebahagiaan pasangannya.
Cinta dan kasih-sayang menyebabkan orang bersedia berkorban, bersedia mengalah demi melihat pasangannya berbahagia
Nafsu hanya bertujuan mencapai kenikmatan dan kepuasan semata dan ini yang menyebabkan orang hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan kebutuhan pasangannya,
Nafsu yang tidak terkendali benar-benar merusak perkawinan , karena sangat jarang yang mau peduli pada pasangannya selain memikirkan diri sendiri saja.
Keseimbangan antara Cinta dan nafsu lebih mudah dan lebih memungkinkan dicapai oleh pasangan yang telah dewasa [cukup umur].
Selain kedewasaan badani juga dibutuhkan kedewasaan rohani...keduanya saling bertalian erat tak terpisahkan.
Pasangan yang telah dewasa akan lebih arif dalam menimbang untuk mengambil keputusan, karena kedewasaan itu mendorong orang lebih bersikap bertanggung-jawab pada perbuatannya. Kedewasaan akan menjadikan orang lebih berpikir tentang akibat sebelum berbuat.
Pasangan yang telah dewasa tidak mudah kecewa yang dikarenakan kemauannya tertunda atau terhalang.
Secara kasat mata seorang yang telah dewasa ditandai dengan:
1. Postur tubuh yang telah tumbuh dewasa
2. Berpikiran dewasa [ Mampu membedakan apa yang baik dan buruk]
3. Bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri [ Kelak bertanggung-jawab terhadap keluarga / anak-isteri ]
4. Mampu mecari solusi ketika menghadapi permasalahan
5. Menyadari "akibat" sebelum berbuat
Tentu saja masih banyak tanda-tanda kedewasaan seseorang, tidak terpaku pada lima poin di atas itu. Namun ke 5 poin di atas bisa menjadi tolok-ukur mula-mula dalam menilai kedewasaan seseorang.