Seorang pria yang sehat jasmani dan rohaninya cenderung memiliki gairah kehidupan yang normal dengan hasrat yang mencukupi.
Pada pria usia muda yang sehat ketika berkesempatan melihat seorang wanita muda atau wanita pada umumnya yang berbusana "seksi", itu sudah bisa membangkitkan gejala ereksi pada alat-kelaminnya, Ereksi ini terjadi secara spontan atas dorongan hormon yang bekerja di dalam tubuhnya.
Pada benak pria itu cenderung dipenuhi oleh angan-angan erotis terkait tubuh wanita yang dilihatnya, betapa dia menghayalkan saat bisa menyentuh si wanita dan berintim lebih jauh dengan wanita yang dikaguminya itu.
Gejala dan ciri-ciri pria yang mengalami ereksi sangat mudah dikenali yaitu organ penis yang berdiri dari posisi yang lembek menjadi keras dan memanjang, pada ujung saluran kencingnya mengeluarkan getah bening , pada sebagian pria getah ini keluar agak banyak sehingga membasahi hampir seluruh kepala penisnya, terasa lembab dan licin.
Ereksi pada pria sangat dipengaruhi oleh suasana...ereksi akan sekejap menghilang kalau terjadi sesuatu yang mengejutkan pria itu, utamanya saat dirinya merasa terancam keselamatannya akibat terjadinya kebakaran besar misalnya atau ada huru-hara amuk massa oleh pendemo unjuk-rasa. Hayalan erotisnya beralih pada usaha menyelamatkan diri.
Penampakan dan gejala umum saat penis ereksi akibat ransangan seks:
Sedangkan PROSES ereksi dapat digambarkan sebagai berikut:
EREKSI:
Peristiwa ereksi adalah suatu
peristiwa ajaib,perubahan penis yang biasanya lemas, lembut berubah
menjadi yang lebih besar, kaku dan tegang.
Perubahan
ini disebabkan oleh pengisian darah ke dalam berpuluh-ribu rongga yang
terdapat pada Corpora Cavernosa dan Corpus vavernosum urethrae
Ereksi terbagi dalam dua jenis ereksi:
1.
Ereksi Otomatis : Yang terjadi ketika vescula seminalis penuh.
Pengosongan cairan pada vesicula seminalis dengan jalan ejakulasi pada
saat orgasme dapat meredakan ereksi jenis ini.
2. Ereksi yang terjadinya disebabkan oleh proses yang kebalikan dari jenis ereksi yang pertama...
Di
samping menghasilkan sperma, testis juga menghasilkan hormon yang akan
mencapai otak melalui aliran darah. Aksi hormon tersebut dalam otak akan
menyebabkan rangsangan seksual dan mendorong ingatan dan angan-angan
kembali terkenang dari pengalaman seks yang pernah terjadi sebelumnya,
akibatnya otak akan dipenuhi oleh angan-angan erotis yang meransang
minat seks sehingga penis menjadi tegak ereksi.
Apapun
jenis ereksinya, ereksi akan reda dan berangsur menghilang ketika
mengalami ejakulasi dan pelepasan cairan yang menumpuk di vesicula
seminalis melalui orgasme baik karena hubungan seks dengan wanita atau
melalui onani atau masturbasi.
Proses pengosongan
cairan yang menumpuk di vesicula seminalis akan menimbulkan perasaan
menyenangkan karena memang menimbulkan perasaan nikmat di seputar alat
kelamin ....
Inilah yang sulit dicegah dari seorang pria yang
sedang terangsang untuk melupakan kenikmatan yang ditimbulkan saat
beraktivitas seksual.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar