Sabtu, 07 Januari 2017

Ereksi pada pria

Seorang pria yang sehat jasmani dan rohaninya cenderung memiliki gairah kehidupan yang normal dengan hasrat yang mencukupi.

Pada pria usia muda yang sehat ketika berkesempatan melihat seorang wanita muda atau wanita pada umumnya yang berbusana "seksi", itu sudah bisa membangkitkan gejala ereksi pada alat-kelaminnya, Ereksi ini terjadi secara spontan atas dorongan hormon yang bekerja di dalam tubuhnya.

Pada benak pria itu cenderung dipenuhi oleh angan-angan erotis terkait tubuh wanita yang dilihatnya, betapa dia menghayalkan saat bisa menyentuh si wanita dan berintim lebih jauh dengan wanita yang dikaguminya itu.

Gejala dan ciri-ciri pria yang mengalami ereksi sangat mudah dikenali yaitu organ penis yang berdiri dari posisi yang lembek menjadi keras dan memanjang, pada ujung saluran kencingnya mengeluarkan getah bening , pada sebagian pria getah ini keluar agak banyak sehingga membasahi hampir seluruh kepala penisnya, terasa lembab dan licin.

Ereksi pada pria sangat dipengaruhi oleh suasana...ereksi akan sekejap menghilang kalau terjadi sesuatu yang mengejutkan pria itu, utamanya saat dirinya merasa terancam keselamatannya akibat terjadinya kebakaran besar misalnya atau ada huru-hara amuk massa oleh pendemo unjuk-rasa. Hayalan erotisnya beralih pada usaha menyelamatkan diri.

Penampakan dan gejala umum saat penis ereksi akibat ransangan seks:


Sedangkan PROSES ereksi dapat digambarkan sebagai berikut:

EREKSI:

Peristiwa ereksi adalah suatu peristiwa ajaib,perubahan penis yang biasanya lemas, lembut berubah menjadi yang lebih besar, kaku dan tegang.

Perubahan ini disebabkan oleh pengisian darah ke dalam berpuluh-ribu rongga yang terdapat  pada Corpora Cavernosa dan Corpus vavernosum urethrae

Ereksi terbagi dalam dua jenis ereksi:
1. Ereksi Otomatis : Yang terjadi ketika vescula seminalis penuh. Pengosongan cairan pada vesicula seminalis dengan jalan ejakulasi pada saat orgasme dapat meredakan ereksi jenis ini.

2. Ereksi yang terjadinya disebabkan oleh proses yang kebalikan dari jenis ereksi yang pertama...
Di samping menghasilkan sperma, testis juga menghasilkan hormon yang akan mencapai otak melalui aliran darah. Aksi hormon tersebut dalam otak akan menyebabkan rangsangan seksual dan mendorong ingatan dan angan-angan kembali terkenang dari pengalaman seks yang pernah terjadi sebelumnya, akibatnya otak akan dipenuhi oleh angan-angan erotis yang meransang minat seks sehingga penis menjadi tegak ereksi.

Apapun jenis ereksinya, ereksi akan reda dan berangsur menghilang ketika mengalami ejakulasi dan pelepasan cairan yang menumpuk di vesicula seminalis melalui orgasme baik karena hubungan seks dengan wanita atau melalui onani atau masturbasi.

Proses pengosongan cairan yang menumpuk di vesicula seminalis akan menimbulkan perasaan menyenangkan karena memang menimbulkan perasaan nikmat di seputar alat kelamin ....
Inilah yang sulit dicegah dari seorang pria yang sedang terangsang untuk melupakan kenikmatan yang ditimbulkan saat beraktivitas seksual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar